Selasa, 01 Desember 2015

Chapter : Pernikahan

Kata orang hidup itu seperti membaca buku, kita gak pernah tau isi atau jalan cerita di halaman -halaman berikutnya . Apakah jalan ceritanya happy atau sedih atau apapun. Baca aja. Jalanin aja .. :D

01 Maret 2015

Chapter baru dalam buku kehidupanku, Menikah .
Wow .. buat wanita berusia seperempat abad biasanya chapter ini yang dinanti - nanti :)

Yang menjadi pendamping hidupku adalah laki-laki yang aku kenal dari sebuah forum komputer sekitar bulan Oktober 2010, berlanjut ke facebook, dan teleponan. Suatu malam di awal Desember 2010 dia datang ke rumah, memberi sepucuk surat dan langsung pergi. Itu pertama kalinya kami bertemu.Tiga hari setelah itu, dia pindah ke Bandung untuk bekerja. Sesekali dia datang untuk menemuiku. Lalu dia pindah kerja ke Semarang, dan ke Bali . Yahh tahun-tahun itu bisa dibilang kami LDR (Long Distance Relationship) . Sampai akhirnya dia datang dengan keluarganya Desember 2014 dan kami menikah Maret 2015.

Seperti membaca buku, sebenernya deg-degan lho ..
aku kadang berpikir, apakah dia yang nanti jadi pendamping hidupku ? atau orang lain ? apalagi LDR kan, kita jaraangg banget ketemu. Kata orang, pasangan LDR itu cintanya terbatas pulsa . hahaa .. :D
biar aja orang bilang apa. jalani aja, usaha, takdir yang berkata .

Ok back to the topic ..
hari pernikahan itu, walaupun kita di pajang dari pagi sampai malam kaya manekin di toko baju, rasa senangnya itu luar biasa lho . Alhamdulillah .. akhirnya menikah, Akhirnya jadi istri orang :))
Maklumlah, rata-rata sepupu perempuan dari keluarga ibu menikah di usia 19/20 tahun. Kebayang dong bagaimana situasinya waktu belum nikah ? pasti lebih banyak yang nanya . kapan nikah ? kapan nikah ? kapan nikah ?

Dan kehidupan setelah nikah itu rasanya lebih dari nano-nano, campur-campur . Jadi tau hal-hal baru, kadang beda pendapat sama suami, keluarga ibu dan ibu mertua. Kadang ketawa, bahagia, kesel karena hal sepele. Overall menikah itu seru .

Satu hal yang akan membuat lengkap keluarga kami adalah kehadiran si baby. Mudah-mudahan keinginan kami terkabul, mudah-mudahan bisa segera menimang, mencium, merawat, mendidik baby sendiri. 

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
(Robbi hablii min ladunka dzurriyyatan thoyyibah, innaka samii'ud du'aa')

Artinya: 
Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".(QS. Ali Imran : 38)

Aamiin .. Aamiin .. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamin.



Posting Komentar