Rabu, 18 Mei 2016

Welcome to Denpasar !

Awal bulan Mei ini, aku dan suami memutuskan untuk hijrah dari Jakarta ke Denpasar. Yap .. Denpasar, Bali, Indonesia. Actually, suamiku telah lebih dulu berangkat ke Denpasar dengan mengendarai motor kami si Jupi, New Jupiter MX berwarna hitam keluaran tahun 2012 yang menjadi saksi perjalanan kami, ciieee ...  

Tepatnya 10 Mei 2016 malam, aku tiba di Denpasar, Alhamdulillah sampai karena pesawat yang aku tumpangi sempat turbulensi . Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, aku dijemput oleh suamiku dan si Jupi tentu saja. Kami menuju kost kami diiringi dengan hujan rintik.

Hidup di perantauan seperti hal yang sedikit menakutkan tapi kami anggap ini sebagai Chopportunity (Challenging  opportunity), mengutip dari kata-kata Happy, jenius ahli mekanik dari serial TV favorit kami, Scorpion. Denpasar dan Jakarta itu berbeda. Di Jakarta biasanya kami dapat mendengar suara azan bersahutan, disini tidak . Mungkin ada beberapa daerah yang azannya terdengar, tapi di kost kami azan tidak terdengar . Itu yang membuat kami menginstal aplikasi pengingat waktu solat di ponsel kami.

Suamiku bekerja di perusahaan telekomunikasi tidak jauh dari kost, sedangkan aku masih mencari kerja. Di Denpasar ini tidak ada angkot seperti di kota-kota lain jadi rada sulit untuk bepergian sendiri. Rata-rata penduduk menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan. Aku pernah dengar ada angkot gratis, tapi belum tau tepatnya dimana, rutenya kemana dan kapan waktunya ada. Nanti akalu aku sudah mencoba angkot gratis ini, akan aku ceritakan lagi di blog ya .. :)

Hari Minggu kemarin aku dan suami pergi ke Pantai Kuta, salah satu pantai yang terkenal di Bali. Kami pergi kesana malam hari karena kalau siang panas (whooa).. Pantainya gelap, air laut hampir samar, tertolong oleh cahaya bintang yang menyala sempurna dari langit diatasnya. Kami berjalan sepanjang pantai dan pulang .. Well, sebelum ke pantai kami melewati Jalan Legian dan Ground Zero, yaitu monumen yang dibuat untuk memperingati tragedi bom Bali. Di Jalan Legian padat sekali malam itu sehingga kami hanya lewat saja .

Monumen Ground Zero
Ground Zero, Legian

Sepanjang aku di Denpasar, ternyata tidak sedikit muslimah yang menggunakan hijab di kota yang minoritas Muslim ini. Agak lega sebagai hijaber karena punya banyak 'teman'. 

Nah,, sebagai warga negara yang baik, untuk tinggal di Denpasar ini kita harus membuat KIPEM (Kartu Identitas Pendudukan Musiman). Kipem ini nantinya berguna untuk membuat SKCK untuk kelengkapan melamar pekerjaan. Cara untuk membuat kipem insya Allah akan saya tulis di post selanjutnya setelah proses pembuatan Kipem saya disini selesai.

Terima kasih telah membaca. semoga bermanfaat :)
Posting Komentar